Sepotong Episode
Entah ini curahan ke berapa yang berisi tentangmu, seseorang yang masih saja menjebakku dalam angan. Hari ini, untuk kesekian kalinya rinduku menyeruak. Lagi dan lagi, suara khayal memenuhi otakku. Percakapan yang dengan sendirinya melayang layang mengikuti irama khayal bergelayut dengan khidmat bersama lamunku. Aku rindu. Kau tau? Terkadang aku ingin menyapa, memulai percakapan singkat denganmu. Dan aku tak melakukan itu. Maka biar. Biarlah semua mengalir mengukuti alunan takdir yang entah akan mempersatukan raga kita atau memisahkan. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi esok. Jika kau bertanya tanya apakah aku menginginkan bersama, maka ya aku menginginkannya. Kemudian jika kau menerka aku akan menanyakan hal itu padamu, maka tidak, aku tidak akan. Karena menyakitkan apabila kau juga mengingkannya namun takdir tak berpihak. Akan lebih baik ketika kau tidak menginginkannya dan takdir tak ingin jua. Sesekali aku teringat akan masa lampau ketika kita masih ...


